Tuesday, 1 July 2014

Ungkapan Hati Bidadari Tanpa Sayap


oleh : ukhty fitrah
1 Juli 2014 pukul 15:09 
    wahai ikhwan
sungguh kami it senang jika di perhatikan,ikhwan yg dewasa , atau ikhwan yg alim, atau ikhwan yg cool atau ikhwan yg cerdas
padahal kami belum berhijab secara baik ,karena it tundukanlah pandangan kalian dgn makna yg sebenarnya dan jgnlah kalian ikuti
pandangan pertama dgn pandangan berikutnya
jgn pernah kau tatap kami penuh
bahkan tak perlu kau lirikkan matamu untuk melihat kami
bukan karena kami terlalu indah, tapi karena km seorang yg msh kotor,
kami biasa memakai topeng keindahan pd wajah buruk kami
mengenakan pakaian sutra emas yg akan bisa memalingkan diri kalian

           wahai akhi
berhati2lah kalian menyapa kami ,dgn dunia chating di dunia maya
diskusi dgn hal2 yg tdk perlu ,katanya dakwah di dunia maya ,tetapi yg di obrolkan jauh dr nilai esensi dakwah


           duhai akhi.............
kami jg ingin terusnya terus dekat dgn kalian para ikhwan
tapi maaf................. bukan karena perhatian yg kalian berikan kepada kami
meskipun sesungguhnya kami sgt malu akan hal ini
terkadang kami pun terlepas kata dan tingkah laku yg malah menjadikan kami dan kalian tak mengenal batas
karena it pertama ,nasehatilah kami akan azab
allah dan setelahnya jgn pernah memberi dan membalaz bentuk perhatian kami

          akhi............

wanita adalah mahluk yg sempit akal dan mudah terbawa emosi
terlepas bahwa aku tdk suka pernyataan tersebut tapi it fakta
sangat mudah membuat wanita bermimpi
tolong berhentilah memberi angan2 pada kami
mungkin kami akan melengos kalau di sapa/ membuang muka kalau di puji ,tetapi jujur ada perasaan bangga bukan kami suka pada antum (mungkin) tapi suka karena di perhatikan lbh
di antara kami ada golongan maryam yg pandai menjaga diri
tetapi tdk semua kami mempunyai hati suci
jgn antum tawarkan sebuah ikatan bernama ta'aruf bila antum benar2
 siap akan konsekuansinya
sebuah ikatan ilegal yg bisa jd berumur tak cm dlm hitungan meninjak usia tahun tanpa kepastian kapan akan di ilegalkan

         duhai akhi....................
tolong ,kami hanya ingin menjaga diri ,menjaga amal kami tetap tertuju padanya ,karena janji allah it pasti
wanita baik hanya di peruntukkan laki2 baek
jgn ajak mata kami berzina dgn memandangmu
jgn ajak telinga kami berzina dgn mendengar pujianmu
jgn ajak tangan kami berzina dgn menerima hadiah kasih sayangmu
jgn ajak kaki kami berzina dgn mendatangimu
jgn ajak hati kami berzina dgn berkhalwat denganmu


                wahai akhi...............
kalian sebagai sodara kami tolong jaga kami
karena kami akan kuat menplak rayuan preman tapi bisa jd kami lemah dgn surat cinta kalian
bukankah akan lbh indah bila kita bertemu dgn jalan yg di berkahinya
bukankah lbh membahagiakan bila kita di pertemukan kondisi di ridhoinya
karenanya sodaraQ ,jgnlah kita berbuka sebelum waktunya
memanen sebelum masanya ,bersabarlah, tunggulah hingga saatnya tiba

  ALLAHU A'ALAM BISH SHAWWAB,,,

Saturday, 28 June 2014

Radar Cinta ILahi Robbi

29 Juni 2014 pukul 13:18
Cinta pada Allah cinta yang hakiki,
Cinta pada Allah cinta yang sejati,
Bersihkan diri, gapailah cinta, cinta Ilahi...

Ana suka sekali mendendangkan lagu dari aa' gym ini, dikala merasa diri tak pantas untuk siapapun, intinya ingat Allah..AllahuAkbar :)
Ini goresan tentang beberapa pengalaman ana, bagaimana ana benar2 merasakan Allah itu sangat mencintai hambanya, Setiap orang pernah merasakan sakit ketika mencinta dan dicinta, setiap orang pernah merasakan luka karena dilupakan oleh orang yang dicinta, pernah merasakan bagaimana rasa sakit ketika di duakan, pernah merasakan kesepian saat orang yang dicintai tidak hadir disisinya, pernah juga merasakan diri tak pantas dicintai oleh siapapun, itulah mungkin segores luka yang kita sendiri menggoreskannya, kenapa harus memilih cinta semu sedangkan cinta dari Allah tak pernah putus untuk kita, Allah sedetikpun tidak pernah melupakan kita, Allah tidak pernah mendua seperti mereka, Allah selalu ada disaat kita merasa kesepian.

Masih ingatkah, Oksigen yg kita hirup setiap waktu dari kehidupan kita, Allah tidak pernah meminta ganti rugi atas semua yang sudah Allah berikan untuk kita, namun kita masih saja kurang bersyukur, Astafirullah, ampuni kami Ya Robbi :'(

Sahabatku, hari ini 29 Juni 2014
Ana akan menceritakan bagaimana Allah selalu ada disaat susah maupun senang...disaat kita lupa bahwa beliau sangat mencintai kita, melindungi kita dari bahaya.
Kejadian ini beberapa tahun yang lalu, Ana berada di kampus saat itu, waktunya makan siang, ana dan sahabat ana pergi makan di kantin seberang jalan dekat kampus namun agak jauh sedikit, siang itu cuaca sangat panas. jadi ana dan sahabt duduk di dekat kipas angin yang disediakan oleh pemilih kantin. Jadi saat ana sedang ngobrol2 dgn sahabat tiba2 sesuatu yg mengagetkan seluruh isi kantin terjadi, Kipas angin yg tepatnya berada disisi sebelah kanan ana, sangat dekat dgn ana meledak entah kenapa, apinya besar sekali, Pada saat itu ana luar biasa kaget dan langsung berteriak ALLAHUAKBAR ana serasa diseret bebrapa meter dari kipas angin itu, tidak tau siapa yg menyeret, padahal pemilik kantin dan orang2 yg makan disana sudah lari keluar semuanya, Alhamdulillah ana selamat hari itu dari maut yang mungkin hampir saja merenggut nyawa ana siang itu.

kisah lainnya :
Waktu itu ana pergi ke toko buku sari anggrek dengan menggunakan angkot, karena ana tidak di dizinkan orang tua membawa kendaraan sendiri. waktu perjalan pulang tiba2 angkot ini hilang kendali, karena menghindari sebuah motor ugal2an di jalan raya, pada saat itu ana sangat kaget dan takut namun ana pejamkan mata, ana istighfar dalam hati, ana pegang erat2 bangku angkot dan membygkan kehidupan alam akhirat setelah kematian, gak tau saat itu ana ingatnya akan menghadap illahi, karena rasanya tidak mungkin selamat dari maut itu. dan alhamdulilla tiba2 angkot ini berhenti mendadak setelah hilang kendali itu, dan semua penumpang selamat makanya saat ini ana masih bisa menuliskan cerita ini disini untuk teman2, heheheh

Kisah lainnya:
Tepatnya 3 februari 2014
Ana dan teman2 pergi liburan ke Bukittinggi koto rang Agam yo andam oik...mandaki janjang ampek puluah...ehhhh kok malah jadi nyanyi pulak, heee terbawa suasana. jadi hari itu kami melepas penat pikiran dan perasaan sembraut yg tertahan dan butuh traveling, hehehhe...
ini masih cerita perjanalan pulang, maaf nih ceritanya masi tentang itu2 aja, tapi kita ambil hikmah dari setiap kejadian yang ana alami. tepatnya di silaiang bawah kendaraan yang ana tumpangi tabrakan dan ana terhempas ke aspal. saat kejadian itu benar2 diluar dugaan, ana pingsan beberpa menit, saat sadar ana seperti amnesia gtu, tapi masih ingat Allah, ana merasakan di tiap sudut tubuh terasa sakit sekali, jadi waktu itu ana dibawa ke rumah warga dan disuruh istirahat disana, ana minta tolong pinjam sajadah dan mukenah untuk melaksanakan sholat maghrib. mereka bilang jangan banyak gerak kamu belum stabil masih butuh perawatan. tapi ana tetap ngotot dan melakukan sholat. keajaiban itu terjadi selesai sholat semua rasa sakit hilang seketika, yang tadinya ana susah sekali menggerakkan kaki ana, sudah bisa digerakkan saat selesai sholat, AllahuAkbar, Allah sangat baik, sangat pemurah, sangat mencintai ana, radar cinta illahi robbi sangat luar biasa.

Beberapa kali ana dihadapkan dengan maut tapi jika waktunya belum, maka Allah masi memberi kesempatan hidup untuk kita, saat ini ana sangat bersyukur masi diberi kesehatan, kelapangan pikiran, kekuatan iman dan islam di hati ini, Semoga kita selalu ingat sama Allah karena Radar Cinta dari Illahi Robbi itu sangatlah luar biasa, ana membuktikannya :)

Salam Super
Penulis Lepas (fhm)

Salahkah Aku


oleh : ukhty fitrah
3 Juni 2014 pukul 10:17
Ya Allah Ya Robbi salahkah aku ketika teman wanita sebayaku asik dengan dunianya, menari2 diatas lantai dansa sambil berkaraoke ria sambil meneguk anggur dan arak, sedangkan aku sibuk mengurung diri mentafakuri kehidupan akhirat yang masih ghaib sambil mengembara dalam pencarian jati diri.
Ya Allah Ya Robbi salahkah aku ketika teman wanita seumuran denganku sedang asik memilih busana trendi, memerkan aurat mereka, berdandan secantik mungkin untuk menarik semua pujian lelaki, sedangkan aku  justru hanya ingin tampil bersahaja dalam balutan rok panjang dan baju longgar serta kerudung panjang agar tak satupun laki2 yang bisa melihat auratku,,

Ya Allah Ya Robbi masihkan aku salah ketika teman wanita sebayaku tertawa lepas menikmati duniawi tanpa batas, menebar cinta basi pada setiap lelaki namun aku sibuk menangis dalam sujudku, mendaki taubat dalam bukit tahajud, mengemis ampunan kepadamu.
Ya Allah Ya Robbi salahkah aku ketika wanita diluar sana sibuk mengidolakan artis-artis korea tapi aku malah sibuk mencari referensi tentang istri-istri para nabi terdahulu yang baik akhlaknya agar kelak bisa seperti mereka.
  
Ya Allah Ya Robbi salahkah aku ketika mereka teman wanita sebayaku bangga membuka aib mereka di depan semua orang, ketika mereka bangga dengan puja-puji semua lelaki namun aku sibuk mengasingkan diri dari gemerlap dunia, merahasiakan kebaikan yang pernah dilakukan agar tak terjerumus dalam dosa Riya’.

Ya Allah Ya Robbi salahkan aku ketika wanita-wanita cantik diluar sana sedang asyik menghabiskan waktu di plaza, mall untuk bersenang-senang menghaburkan materi dengan sia-sia namun aku Cuma sibuk di rumah, menguatkan zikir dan memuja Asma-Mu sambil merenda istighfar dia atas sajadah cinta.

Ya allah Ya Robbi salahkah aku ketika wanita-wanita lain hanyut dalam pesona zaman bercengkarama liar dengan kemewahan, sibuk memuja-muja artis idaman tapi aku justru sibuk mengkaji ilmu, mendakwahkan agama islam tanpa ragu, berupaya jadi insane terbaik yang engkau ridhoi.

Ya Allah Ya Robbi salahkah ketika aku berpegang teguh pada Al-Quran dan hadist sedangkan diluar sana wanita sebaya denganku sibuk menenteng majalah erotis, menggumbar gossip sesama mereka.
Ya Allah Ya Robbi salahkan bila aku tak sama seperti mereka, salahkah ketika aku lebih mendambakan syurgamu yang agungnya berselimutkan mutiara, aku hanya ingin kelak di rahimku terlahir generasi-generasi agama yang akan menjadi ulama-ulama besar dimasanya yang menjadi Mujahid-mujahid yang selalu berpegang teguh pada Al-Quran dan Hadist. Aamiin Ya Robb. Ampuni aku yang mungkin tidak akan pernah selevel dengan mereka dalam hal duniawi semata. Aku hanya insane biasa yang tak sempurna yang belajar untuk jadi insane terbaik yang selalu berpegang teguh pada ajaran Rabb_Ku.

Mengapa Allah Merahasiakan Mati


oleh : ukhty fitrah
5 Juni 2014 pukul 21:06
Mati pasti akan terjadi dan dihadapi oleh yang hidup. Hanya saja tidak akan pernah dapat mati itu ditentukan. Mematikan adalah hak absolut yang dimiliki oleh Yang Menghidupkan. Mengapa Allah merahasiakannya? 1. Agar kita tidak CINTA DUNIA. Agar kita tidak cinta pada sesuatu yang PASTI TIADA. Jangan sampai ada mahluk, benda, jabatan yang menjadi penghalang kita dari Allah, karena sesuatu mahluk, benda, jabatan pasti akan diambil oleh yang menitipkannya.
2. Supaya kita tidak menunda AMAL. Kita tidak pernah tahu akan mati. Detik selanjutnya dari setelah aku kirim email ini atau satu jam lagi, satu hari lagi, minggu depan, bulan depan atau tahun depan, semua dirahasikan Tuhan agar kita tidak menunda semua perbuatan baik yang akan kita lakukan, tobat yang kita lakukan, maaf yang kita ucapkan. 3. Mencegah Maksiat. Orang akan wafat sesuai dengan kebiasaannya. Ingat sinetron Rahasia Illahi, kan? Jadi …. Ga mau kan kita mati ketika sedang berbuat dosa??? pasti semua orang ingin kembali dalam khusnul khotimah 4. Agar menjadi orang yang cerdas. Karena hanya orang yang cerdas yang tahu bagaimana mempersiapkan mati. Yaitu dengan merubah apa yang fana ini menjadi sesuatu yang kekal. Misalnya, gaji kita yg fana, gimana caranya bisa jadi kekal? nomor satu, tabungan akhiratnya harus dilaksanakan! Untuk investasi masa depan kita Taushiyah Lainnya (Dalam usaha Persiapan Akhirat) a. Orang yang mampu, tapi tidak mau naik haji, matinya tidak dalam islam; b. Menunda tidak bisa sempurnakan amal, karena tiap waktu sudah ada takdirnya masing-masing. c. Jangan memderita memikirkan yang sudah tiada, karena yakinlah Allah Maha Tahu segala kebutuhan kita, dan Allah Maha Mencukupi. d. Rahasia amal, adalah niat dari amalan itu. alangkah ruginya manusia yang pontang-panting mengejar sesuatu yang tidak jelas niatnya. Semoga Bermanfaat
 

like this

Abubakar r.a. berkata, "iman itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik , orang yang beriman itu lebih manis dari madu, dan mempertahankan iman itu lebih susah dari meniti sehelai rambut". Umar r.a. berkata, "kerajaan itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik , seorang raja itu lebih manis dari madu, dan memerintah dengan adil itu lebih sulit dari meniti sehelai rambut". Utsman r.a. berkata, "ilmu itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik , orang yang menuntut ilmu itu lebih manis dari madu, dan ber'amal dengan ilmu yang dimiliki itu lebih sulit dari meniti sehelai rambut". 'Ali r.a. berkata, "tamu itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik , menjamu tamu itu lebih manis dari madu, dan membuat tamu senang sampai kembali pulang ke rumanya adalah lebih sulit dari meniti sehelai rambut". Fatimah r.ha.berkata, "seorang wanita itu lebih cantik dari sebuah mangkuk yang cantik, wanita yang ber-purdah itu lebih manis dari madu, dan mendapatkan seorang wanita yangtak pernah dilihat orang lain kecuali mahramnya lebih sulit dari meniti sehelai rambut". Rasulullah SAW berkata, "seorang yang mendapat taufiq untuk ber'amal adalah lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini, ber'amal dengan 'amal yang baik itu lebih manis dari madu, dan berbuat 'amal dengan ikhlas adalah lebih sulit dari meniti sehelai rambut". Malaikat Jibril AS berkata, "menegakkan pilar-pilar agama itu lebih cantik dari sebuah mangkuk yang cantik, menyerahkan diri; harta; dan waktu untuk usaha agama lebih manis dari madu, dan mempertahankan usaha agama sampai akhir hayat lebih sulit dari meniti sehelai rambut". Allah SWT berfirman, " Sorga-Ku itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik itu, nikmat sorga-Ku itu lebih manis dari madu, dan jalan menuju sorga-Ku adalah lebih sulit dari meniti sehelai rambut"

sharing ilmu islam Copyright © 2013 Template modification by Ikhwanul fikri